BERIMAN KEPADA KITAB ALLAH
•
Mempercayai dan meyakini dengan
sepenuh hati bahwa Allah telah menurunkan kitab- kitab-Nya kepada Nabi dan
Rasul-Nya. ( qs an- nisak 136).
•
Kitab ialah wahyu Alloh yang
diturunkan kepada Nabi Dan Rasulnya MelaluI Prantara Malaikat Jibril
KITAB
YANG WAJIB DIKETAHUI ADA EMPAT
- Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa as (qs al- baqarah 53)
- Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud as (qs al-isra’ 55)
- Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa as (qs al- maidah 46)
- Kitab al-qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad saw (qs al- baqarah 2, qs yusuf 2 dan qs al- qolam 51-52)
Suhuf ialah Wahyu Allah yang
berupa lembaran- lembaran yang diturunkan kepada para Nabi dan Rasul seperti;
- Nabi Adam as sebanyak 10 suhuf
- Nabi Ibrahim as sebanyak 10 suhuf
- Nabi Musa as sebanyak 10 suhuf sblm menerima Taurat
- Nabi Syis as sebanyak 10 suhuf
- Nabi Idris as sebanyak 10 suhuf
Fungsi Iman Kepada Kitab Allah
•
Sebagai petunjuk dan pedoman manusia
•
Sebagai landasan hukum dan etika
•
Sebagai tempat kembalinya segala
persoalan
Perilaku
mencerminkan Keimanan Terhadap Kitab
Allah
•
Selalu ta’at beribadah kepada Allah
•
Selalu menghindari perbuatan maksiat
•
Selalu berbakti kepada orang tua.
•
Hikmah beriman kepada kitab
Allah
•
Memiliki pedoman kehidupan pribadinya
•
Memiliki pedoman Dalam kehidupan
masyarakat
•
Memiliki pedoman dalam berbangsa dan
bernegara
BAB VII
Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup
Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup
A. QS Ar- rum 41
Artinya; telah tampak kerusakan di darat
dan laut akibat ulah manusia sendiri.
QS Ar-rum 42
Katakanlah adakanlah perjalanan di muka
bumi ini dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang- orang dahulu
Kandungannya
•
Tejadinya kerusakan karena kesalahan
pada manusia. Seperti;
- Banjir , Longsor,Gempa, Kebakaran, Dll
Perilaku menjaga kelestarian
lingkungan hidup
•
Bersikap kasih sayang terhadap semua
makhluk
•
Tak membuang sampah sembarangan
•
Tidak memburu hewan secara liar
•
Tidak menebang/ membakar hutan
sebarangan
•
Menjaga keharmoisan dengan lingkngan
B. QS AL-A’RAF 56-58
•
Artinya; dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka
bumi, sesudah Allah memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut/
tdk diterima dan harapan/dikabulkan ……
•
Dan dialah yg meniupkan angin sebagai pembawaberita
gembira sebelum kedatangan rahmatnya/ hujan……
•
Dan tanah yg baik tanam- tanaman tumbuh subur dengan
izin Allah…..
Perilaku menjaga kelestarian
lingkungan hidup pada ayat di atas
•
Tidak berbuat onar di muka bumi
•
Tidak berputus asa dari rahmat Allah
•
Mengurus dan mengelola alam untuk diambil manfaatnya
sesuai dengan ketentuan Allah
C. QS SHAD 27
•
وما
خلقنا السماء والارض وما بينهما با طلا ذ لك ظن الذين كفروا فويل للذين كفروا من
النا ر
Artinya; dan kami tidak
menciptakan langit dan bumi dan apa diantar keduanya tanpa hikmah, yang
demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir,maka celakalah orang kafir itu
karena mereka akan masuk neraka
Perilaku yang terkandung dalam
qs shad 27
•
Tidak menyia- nyiakan ciptaan Allah yaitu alam
•
Berperasangka baik kepada Allah
•
Bersikap peduli terhadap lingkungan
•
Mempunyai rasa peduli terhadap lingkungan
BAB VII
MENGHARGAI KARYA ORANG LAIN
MENGHARGAI KARYA ORANG LAIN
•
Menghargai artinya memberi, menentukan,
menilai, membubuhi harga, memandang penting, berguna dan menghormati (KBBI).
Karya ialah sesuatu yang
dihasilkan dari orang lain baik berupa pikiran, pendapat, maupun hasil suatu
pekerjaan
Mutiara Hadits
•
Rasul bersabda; Tidak termasuk golonganku orang yag
tidak menyayangi yang lebih muda dan tidak menghargai hak- haknya orang tua.
Bukanlah termasuk golonganku orang yang suka menipu kami. Seorang mukmin tidak
dikatakan beriman sehingga ia mencintai orang mukmin yang lain, seperti
mencintai dirinya sendiri (HR Tabrani)
Maksud Menghargai Karya Orang
Lain
•
Terjalin sikap menghargai
•
Memberi dukungan dan motivasi
•
Tidak mematahkan semangat
•
Meneladani kebaikan dan kesuksesannya
•
Mengambil pelajaran dari keburukan dan kegagalan.
Sikap Dan Perilaku Menghargai
Karya Orang Lain
•
Selalu memberi pujian
•
Selalu memberikan motivasi
•
Tidak membicarakan
kekurangan karya orang lain
•
Mengatakan bahwa kita senang karyanya
• Mengatakan kita
berniat ikut jejaknya
• BAB IX
A. DOSA BESAR
A. DOSA BESAR
Dosa ialah imbalan
buruk atas sesuatu perbuatan Mukallaf yang dipandang buruk oleh agama.
1. Dosa ada dua yaitu dosa kecil ialah
dosa yang ditimbulkan oleh sesuatu perbuatan manusia yang mengabaikan ketentuan
hukum Allah Swt, sepanjang mau bertaubat pasti diampuni
(qs hud 114).
. Dosa besar ialah dosa yang
ditimbulkan akibat suatu perbuatan tertentu yang melanggar atau bertentangan
dengan ketentuan hukum Allah
Dosa besar ada dua yaitu dosa besar yang tidak dapat diampuni
allah dan dosa besar yang dapat diampuni allah.
Ciri- Ciri Dosa Besar
•
Mengandung menyekutukan Allah
•
Merugikan orang lain fisik maupun materi, harga diri
•
Melanggar ketentuan allah baik di al-qur’an dan Hadits
•
Bertentangan dengan etika dan adab Islam
•
Perbuatan yang nyata- nyata dilarang allah dan
Rasulnya.
B. Contoh Dosa Besar
- SYIRIK ialah menyekutukan/ menyamakan Allah pada hak istimewa-Nya spt ibadah,mencipta, mengatur, memberi, manfaat mudrat, membuat hukum syari’at dsb.
Tauhid
dalam tiga hal spt; Rububiah, Uluhiah, dan Asma was
Sifat.
Jenis- Jenis Syirik
•
Syirik Kecil
ialah tidak menjadikan pelakunya keluar dari Islam tetapi mengurangi
kualitas keimanan. Syirik kecil ini dibagi lagi dua;
1. Syirik Zahir seperti ucapan
bersumpah selain Allah
2. Syirik Khafi/ tersembunyi seperti Riya’ dan sum’ah dll
•
Syirik Besar ialah mengeluarkan pelakunya dari agama Islam
dan kekal di dalam neraka.
•
Syirik besar ini dibagi lagi pada
empat macam;
1. Syirik Do’a
2.
Syirik Niat
3.
Syirik keta’atan
4. Syirik Mahabbah
Penyebab Perbuatan Syirik
•
Karena harga diri
•
Karena minim pemahaman terhadap Agama
•
Karena mengikuti tradisi nenek moyang
walaupun jelas salah dalam agama (lihat qs al- baqarah 170)
Bahaya Yang Ditimbulkan Syirik
- Menjalim Allah
- Menjalim diri sendiri
- Kekal di Neraka
- Seluruh amal ibadah bagaimanapun banyaknya dihapus
- Dihari kiamat termasuk orang bangkrut amal
C. Perbuatan Zina
•
Ialah hubungan badan antara laki-
laki dan perempuan yang bukan Muhrim Dan
belum pernah melakukan pernikahan secara sari’ah. ( etimologi)
•
Ialah Zina mata. Tangan, kaki,
telinga, dan hati merupakan zina pengertian luas ( terminologi)
Hukum Zina
Qs Al- Isra’ 32
Qs Al- Isra’ 32
ولا تقربواالزنى انه كا ن فحشة
وساء سبيلا
Artinya; Dan janganlah kamu mendekati
zina , sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu yang
buruk.
Pembagian Zina Dan Hukumannya
. Ghoiru Muhson ialah bujang
atau gadis atau yang belum pernah menikah. Hukumannya dicambuk seratus kali dan
diasingkan satu tahun.
2. Muhson ialah orang yang
sudah pernah menikah laki- laki maupun perempuan. Hukumannya dirajam/ dilempari
dengan batu sampai mati.
D. Minuman Keras
•
Ialah segala jenis minuman yang memabukkan sehingga
menjadi hilang kesadarannya.
Seperti; wine, wisky, brendi, sampagne,
malaga, atau benda padat ganja, morpin, candu, pil kb, nii, putaw,koplo, dan
ngadon dll
Hukuman Minuman Keras
•
QS AL- Maidah
90
Artinya; Hai orang yang beriman
sesungguhnya minuman homar, berjudi ,berkorban untuk berhala, mengundi nasib
dengan panah adalah termasuk perbuatan setan , maka jauhilah perbuatan-
perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan
Hukuman Minuman Keras
•
Bagi peminum khomar memabukkan atau tidak maka mereka
harus dihukum antara 40 sampai 80 kali deraan/ cambuk
BAB. X
PENYELENGGARAAN JENAZAH
PENYELENGGARAAN JENAZAH
- Memandikan;
Tata cara memandikan Mait sebagai
berikut;
1.
Siapkan tempat yang agak tinggi atau dipangku keluarganya.
2.
Siapkan air secukupnya seperti, air tawar, air sabun, air kapur barus, air
bidara
3. Siapkan ember dan gayung secukupnya
4.
Kain pecahan untuk istinjak dan membersihkan lubang2/ celah2 tangan dan
kaki disesuaikan.
POSISI
MEMANDIKAN ADA 3
-Telentang, dengan disiram
air yang disediakan secara selang seling duluan air tawar dengan niat
memandikan untuk simait…
-Miring kelambung kanan, disiram dengan
air seperti diatas sampai dianggap bersih
-Miring kelambung Kiri, disiram seperti di
atas sampai bersih
-Posisi mait kembali menelentang untuk bersuci atau
beristinjak baik kubul dan duburnya sampai dianggap bersih dengan kain pecahan
yang telah disiapkan.
-Setelah itu baru diambil
kain pecahan yang digulung2 untuk membersihkan lobang mata, telinga, hidung,
mulut dan celah2 tangan dan kaki sampai bersih.
-Kemudian kalau sudah dianggap bersih siram lagi dng air
tawar, kamudian ambilkan air wuduknya sampai selesai niatkan untuk simait
NIAT
Mandikan
simait seperti :“Nawaitul gusla
‘ala hazal mait fardu kifayatin lillahi ta’ala” (artinya sengaja aku
memandikan mait ini fardu kifayah karena Allah.)
Uduk bagi simait :“ Nawaitul Udua ‘ala hazal mait lirof’il hadasi
asghori fardon lillahi Ta’ala”artinya (sengaja aku ambil air wuduk untuk
simait untuk menghilangkan hadas kecil wajib karena Allah)
•
Setelah maitnya diudukkan, baru dilap dengan handuk
seluruh tubuhnya seperti kita siap mandi mulai dari rambut sampai kakinya
•
Lalu di angkat bersama2 dan diletakkan di atas kain
kafan yang telah disiapkan sebelumnya.
B.
MENGAFANI
-Kain kafan laki- laki cukup 3
lapis ukuran yang sama
-Kain perempuan 5 lapis,
terdiri dari dua lapis kain, dan sarung,
satu baju. Kerudung
-Siapkan tali pengikat sebanyak
yang dibutuhkan/ ganjil
-Di setiap lapis kain ditaburi
kapur barus yang sudah dihaluskan
Ukuran
Kain Kafan
-Panjang kain ialah ukurlah
panjang mait, dan lebihkan kira- kira dua tangkap atau 30 cm
-Lebarnya ialah ukurlah siku si
mait dan kali dua, kemudian lebihkan kira- kira 30 cm
-Setelah kain kafan
dibentangkan barulah si mait diletakkan di atasnya
-Kemudian kain kafan digulung
satu demi satu dengan arah berlawanan.
-Setelah siap digulung baru
diikat di ujung kepala, dada, pinggang, lutut dan ujung kaki
C.
Menguburkan
-Panjang kubur, ukurlar panjang mait dan lebihkan kira-
kira 30 cm
-Lebar kubur kurang lebih satu meter dan memakai liang
lahat
-Dalamnya kubur kurang lebih 1,5 meter
Baru di turun maitnya,
kemudian ditimbun sampai rata
-Kemudian dibuat bentuk tanah gundukan, dan ditancapkan
batu nisan
D.
SHALAT MAIT
•
Artinya shalat yang tidak memakai rukuk dan sujud
dan terdiri 4 takbir.
•
Ketika menshalatkan mait laki- laki, posisi imam
berdiri di arah kepala mait
•
Ketika menshalatkan mait perempuan, posisi imam
berdiri di arah pinggang/ pusat mait
•
Selesai shalat mait sebaiknya dibacakan tahlil dan
do’a
Niat Shalat Mait Ada 4 Macam
1.Niat Mait laki- laki dewasa
اصلى على هذا الميت
اربع تكبرة فرض كفاية مائموما لله تعالى
2. Niat mait laki- laki kecil
اصلى على هذا الميت
طفل اربع تكبرة فرض كفاية مائموما لله
تعالى
3.Niat mait perempuan dewasa
اصلى على هذه الميتات
اربع تكبرة فرض كفاية مائموما لله تعالى
4.Niat mait perempuan kecil
اصلى على هذه الميتات
طفلة اربع تكبرة فرض كفاية مائموما لله
تعالى
takbir pertama membaca alfatiha
takbir kedua
memebaca salawat
akbir ketiga Allahummagh firlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu.."
Artinya:"Ya Allah, ampunilah
dia, berilah rahmat, sejahtera dan maafkanlah dia"
Setelah takbir
keempat membaca:
"Allahumma
la tahrim naa ajrahu walaa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu.."
Artinya:"Ya
Allah janganlah kami tidak Engkau beri pahalanya, dan janganlah Engkau beri
fitnah kepada kami sesudahnya, dan berilah ampunan kepada kami dan
kepadanya"
.
"Salam" kekanan dan kekiri
BAB X
KHOTBAH, TABLIG DAN DA’WAH
KHOTBAH, TABLIG DAN DA’WAH
• Khotbah adalah penyampaian sesuatu baik berupa perintah atau
larangan dari Allah swt berdasarkan ayat- ayat al- qur’an dan Hadits dan orang
yang menyampaikan disebut Khotib.
• Khotbah ada dua Sunah (seperti idul adha, istisqo dll) dan
Khotbah Wajib (khotbah jum’at).
ADAB KHOTBAH JUM’AT
- Berdiri
- Salam
RUKUN KHOTBAH
- Membaca alhamdalah
- Membaca sahadatain
- Membaca salawat
- Berwasiat taqwa
- Membaca salah satu ayat salah satu dua khotbah
- Membaca do’a pada khotbah kedua
SYARAT KHOTBAH ADA ENAM
1. Duluan khotbahnya dari shalat jum’atnya
2. Diawali dengan Niat
3. Khotbah disampaikan dalam bahasa yang dimengerti jama’ah
tetapi rukun2nya b. arab
4. Setelah masuk waktu zuhur
5. Mengeraskan suara khotib
6. Antara shalat jum’at tidak boleh berselang lama
SUNAH KHOTBAH
- Di atas mimbar
- Duduk pada anak tangga yang tinggi
- Mengeraskan suara
- Berpegang tongkat
- Memendekkan khotbah
- Boleh memberi isyarat dengan telunjuk
- Khatib membincang urusan kaum Muslimin
PERAKTIK KHOTBAH
• Tentukan topik atau tema
• Kumpulkan referensi
• Bacalah referensinya
• Buat tek khotbah
• Buat muqoddimah
• Susunlah materi
• Susunlah khotbah pertama sama dengan kedua atau hampir
sama
• Susun do’a
• Akhiri do’a kedua dengan penutup
Komentar
Posting Komentar